WAROENG NONGKRONG SEDJATI

mari datang, ada tongkrongan segar

My Photo
Name: warno

place of ideas and inspirations

Saturday, April 01, 2006

The game of their lives

Ada DVD menarik tadi siang di pasar festiival kuningan, judulnya the game of their lives. Menarik karena film ini bertema sepak bola. Film amerika ngomongin bola? Bagi saya itu menarik sekali, selain emang saya suka bola, curious aja liat amerika bikin film tentang bola, apalagi cerita tentang timnas nya amerika. Padahal kita tahu orang sana nggak suka bola, bahkan football bagi mereka adalah American Football yang mirip rugbi itu dan sepak bola mereka bilang soccer. Tapi saya akuin, filmnya lumayan menggugah, typical film Amerika.

Ceritanya tentang kisah timnas AS di th 1950, ketika mau mengikuti piala dunia di brasil. Mungkin karena bukan olahraga pilihan, segala sesuatunya serba terbatas,bahkan kepastian mendapat kaos tim tidak tentu, termasuk dalam pemilihan pemain pun dipilih dari para imigran yang sering main bola di lapangan. Waktu untuk menyatukan mereka hanya 10 hari! Padahal mereka terdiri dari org2 yg berbeda dari segi adat ras, agama dsb. Tidak ada yg mengunggulkan mrk dan merekapun di anggap tidak ada. Dari sana cerita heronya muncul, mereka terpacu untuk berbuat yg terbaik karena merasa tidak dianggap. Nasionalisme para imigran ini pun menyeruak. Hasilnya, di awal babak mereka mengalahkan salah satu unggulan juara, Inggris 1-0, yg diawal uji coba membantai AS dan sempat secara resmi mengatakan kalau AS masih hrs lama belajar bola.

Yang menarik yang saya pelajari dari film ini adalah bahwa kunci menggapai sebuah teamwork tangguh adalah dengan berserah diri satu sama lainnya. Tidak ada pemain kunci, yang serba bisa, jika memang seluruh anggota tim sepakat dengan tujuan bersamanya, maka berbaurlah, capailah bersama dengan peran yang diembannya masing-masing.

EXPO Brosur

Abis keliling-keliling di pameran rumah murah, hari pertama, di balai kartini, awal april lalu. Tapi saya merasa pameran ini lebih banyak jadi ajang mengumpulkan brosur sebanyak-banyaknya di banding sebagai sebuah expo properti. Informasi yg diberikan seadanya, seolah-olah hanya mengejar target membagikan brosur oleh spg nya.

Bagi potential prospect properti murah seperti saya, memang bukan hanya brosur yang berisikan promo hard selling yg dibutuhkan, bagi seorang calon pembeli serius, tentunya lebih dari itu, membeli rumah, tidak seperti membeli sebuah hp yang cukup dengan informasi fitur dan harga, butuh konsultansi mendalam untuk mendapatkan need, waants n expectation prospect .

Hampir semua stand 'jualan' rumah dengan andalan yg sama; lokasi yg dekat jakarta, (mereka menyebutnya, sebelah timur jakarta yang lokasinya di bekasi) 10 menit dari stasiun KA, terminal dll. Tapi nama lokasinya hampir tidak pernah terdengar sebelumnya dan hampir semua stand menjual hal yg sama. Padahal jika saja ada sebuah stand yang menawarkan sesuatu yang lain, dengan context delivery yang khas pula, maka saya yakin banyak pengunjung mendapatkan sesuatu, selain tumpukan brosur yang mungkin di simpan di tong sampah pas keluar dari pameran.

Stand disebuah pameran merupakan interface pertama dari sebuah hubungan yang akan dijalin calon prospect dengan merek. Dari sanalah terbentuk impresi pertama, menghasilkan pengalaman pertama. Jika, pengalaman pertama tanpa ada kejutan berarti, maka impresinya tidak berbekas dan jangan harap ada interface lanjutan. Dan itu tidak mungkin terjadi tanpa ada diferentiation yang jelas terutama dalam hal context delivery, bukan pada content. Karena konten dalam pameran sebuah industri, properti, misalnya, adalah sama. Pengunjung sangat memiliki banyak pilihan, tapi tidak dengan context, hanya stand yang mengerti targetnya, yang mampu memberikan context berbeda.

beyond my senses

Lagi nonton KLA (Dulu ada projectnya) konser. Tapi kok ada yg lain ya.. selain dari tata panggung dan lightingnya yang heboh. Sensenya rada hilang.. romancenya mudar. Belum lagi gangguan soundnya yang mengganggu sekali. anda bisa bayangkan, Sally jo, bintang tamu bule pemain violin hampir bahkan tidak kedengeran suara violinnya sama sekali! Duet bareng dj winky dkk kayanya enggak klop ya?, tidak pas dengan lagunya KLA. Andi /rif pun tidak maksimal menyanyikan lagunya KLA. Saya benar benar mengahrapkan experience pas liat Erwin gutawa a tribute to koes ploes beberapa waktu yg lalu. Tapi kok nggak dapet-dapet... Bahkan, feelnya konser klakustik yang dulu aja tidak saya dapatkan. Saya yakin itu masalah aransement. Erwin gutawa jago membuat aransemen. Dia bisa buat lagu jadi beda tapi asik. Ngasih feel beda ke lagu. Sayang memang, dibanding publisitasnya yang rame konsernya KLA 5senses jadi lain dari yang diharapkan, beyond my senses.. tapi pas di akhir konser, lg yogyakartanya lumayan, terhibur lah...

Ada beberapa yg hrs diperhatikan untuk bisa menyiptakan experience buat customer , menurut schmidt, yang pertama 'feel', bagaimana kita bisa memberikan pengalaman yang bisa ditangkap panca indra manusia, seperti tata letak, interior, warna, lighting, dingin, wangi, harum dsb. Yang kedua 'sense' yang lebih menitik beratkan ke perasaan, gembira, sendu, romantis, dsb. Lalu 'action', yaitu perilaku yang didasari pengalaman tadi, yang terakhir 'relate', bagaimana kita mampu apa yang kita sajikan ke konsumen menghubungkan nya dengan merek.

BBM rasa global

Saya, jalan-jalan, pergi ke kantor dan kemana-mana pake motor honda supra, keluaran tahun 2000. selain karena mobile dan compact, sepertinya saya belum merasa nyaman kalau harus memulai kredit mobil, dan naik motor di Jakarta, untuk sementara ini saya anggap masih the most reliable vehicle at moment. Biasanya saya mengisi bensin di pom bensin mampang deket rumah, seperti biasa, mesin pom buat motor dipisah, ada dipojok, disitu hanya ada satu tempat pengisian Bensin, karena hanya ada satu, bisa ditebak, antriannya panjang sekali, sampai jauh ke belakang. Rata-rata saya mengantri untuk mengisi bensin setengah jam bahkan lebih! Anda bisa bayangkan bagaimana 'bete' dan capenya setelah seharian beraktifitas harus menunggu antrian buat isi bensin, kalo tidak, bahaya, saya tidak bisa kemana2 lagi dong.

Beberapa hari yang lalu, beberapa meter sebelum pom bensin tempat biasa saya mengisi bensin, sedang dibangun sebuah tempat, mirip-mirip bangunan pom bensin. Waktu itu tidak pernah terlintas dipikiran saya, kalau di tempat itu mau dibangun pom bensin, karena tepat beberapa meter dari sana sudah ada pom bensin. masa pom bensin dempetan ...? Tapi perkiraan saya salah, ternyata disana memang dibangun pom bensin! Yang beda adalah logonya, yang biasanya saya lihat, yang namanya pom bensin itu bermerek pertamina, tapi yang saya lihat waktu itu bermerek shell! Gila, hanya beberapa langkah aja dari pom pertamina. Pasti head to head dong.

Setiap hari saya lewat pom itu dan semakin penasaran untuk mengisi bensin di tempat baru itu. Saya pikir itu Pom Bensin itu hanya buat mobil aja, karena kelihatannya eklusive, di pertamina aja tempat buat motor dipojokan, apalagi di shell.. pikir saya. tapi lagi-lagi pikiran saya salah, ternyata banyak juga motor yang masuk kesana.

Pas kebetulan bensin motor saya habis, tanpa pikir panjang, langsung saya belokin ke sana. Di pintu gerbang udah ada yang nyapa, dan mengarahkan motor saya ke mesin pom yang kosong, gila, biasanya saya disuruh ke pojokan kalau mau mengisi bensin, disini malah diarahkan ke tempat yang kosong! Disana saya disapa lagi dengan ramah, dijelaskan, bensin2 apa aja yang mereka jual, mereka menyediakan bensin dengan 2 jenis, yaitu super dan super extra. Harganya lebih mahal di banding premium atau pertamax sekalipun, sambil motor diisi bensinnya, saya iseng2 menghitung jumlah mesin pomnya, ada 24 biji! pantesan enggak pake antri, ada neon board disamping saya bertulisan BBM rasa global..

saya tidak tahu apakah bensin ini lebih bagus atau malah lebih jelek dari premium, pengetahuan saya tentang product knowledgenya product ini nol. Yang saya tahu harganya lebih mahal, tapi saya sangat nyaman disini, dapat pengalaman yang lebih baik tentunya dibanding jika saya mengisi bensin di pertamina. Satu lagi kasus experience marketing, bahkan bensin pun bisa memiliki experince branding, penekanan pada customer interface, dan tentunya diferentiation untuk memenangkan heart share konsumen. nanti saya jelaskan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengenai experience marketing ini.

warno mengucap salam








mari masuk, silahkan menikmati hidangan ala kadarnya. jika berkenan kami bersyukur, jika tidak, beritahu kami untuk tetap bersyukur.